Tergerus Air, Plengsengan Ambrol di Jalan Penghubung Antar Desa di Kecamatan Jatirejo Mojokerto

Mojokerto – Bangunan plengsengan ambrol hingga membuat tanah longsor yang menggerus tanah di bawah jalan cor penghubung antar Desa terjadi di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Masyarakat setempat khawatir, karena jalan cor itu sewaktu-waktu berpotensi ambles hingga memutus akses jalur utama antar desa.

Insiden ambrolnya plengsengan hingga mengakibatkan tergerusnya tanah di bawah jalan cor di Desa Manting, Kecamatan Jatirejo tersebut terjadi pada Minggu malam (01/11/2020), saat hujan menguyur Mojokerto.

Dari pantauan Reporter Maja FM di lokasi, ambrolnya plengsengan terjadi tepat di samping aliran sungai. Longsor akibat bangunan plengsengan ambrol yang di bangun sejak 2004 ini, dipicu derasnya aliran sungai dari kawasan hutan dan air kiriman dari wilayah lain.

Kondisi dinding penahan aliran Sungai Manting setinggi kurang lebih 10 meter itu rusak parah bahkan sampai menggerus tanah di bawah jalan cor tersebut. Bahkan, dampak erosi air sungai itu membuat lubang menganga di bawah jalan cor sekitar 1,5 meter, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan dinding penahan sungai yang terkena erosi air itu sekitar 50 meter, diantaranya 25 meter jebol. Sedangkan 25 meter berpotensi longsor.

Masyarakat setempat pun khawatir ketika beraktifitas di sekitar lokasi karena jalan cor itu sewaktu-waktu berpotensi ambles, hingga memutuskan akses jalur utama antara Desa Manting dan Desa Jembul.

Suntoro (52) warga setempat mengatakan, jalan ambles ini terjadi bersamaan saat hujan intensitas tinggi pada Minggu malam (1/11/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu air hujan dari hutan mengalir ke sawah dan ke permukiman penduduk, namun gorong-gorong tersumbat sampah. Sehingga masuk melalui sela-sela plengsengan atau dinding sungai di pinggir jalan cor.

“Jalan ambles itu disebabkan karena air hujan dari hutan yang mengalir ke sawah dan gorong-gorong tersumbat sampah, sehingga air masuk ke sela-sela jalanan mempercepat erosi hingga mengenai dinding sungai sampai ambrol,” ungkapnya di lokasi, Rabu (04/11/2020).

Dia mengaku khawatir jika jalan ambles dan dinding penahan Sungai tidak kunjung diperbaiki justru dapat membahayakan saat musim penghujan, dan air bisa masuk ke rumah warga. “Jalan bisa ambles dan akses terputus karena kondisi tanah di bawahnya sudah berlubang,” terangnya.

Masyarakat berharap, Pemerintah Daerah segera memperbaiki kontruksi dinding sungai yang menyebabkan jalan ambles itu, dan sekaligus merapikan gorong-gorong supaya tidak tersumbat sampah ranting pohon dan limbah rumah tangga.

“Perangkat desa sudah meninjau ke lokasi, informasinya sudah mengajukan perbaikan ke dinas terkait PUPR Kabupaten Mojokerto,” ucap Suntoro.

Yahman (50), Kasi Pemdes Manting saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya telah berkirim surat permohonan perbaikan terkait kerusakan dinding penahan sungai yang terkena erosi, hingga menyebabkan tanah di bawah jalan cor ambles.

“Kami sudah berkirim surat permohonan perbaikan ke Camat yang diteruskan ke PUPR Kabupaten Mojokerto dan telah ditindaklanjuti. Kini masih rapat koordinasi untuk membahas solusinya,” tandasnya. (fad/gk)

Baca juga :