Ini Lho Dampak Jika Kekurangan Air Minum

Tubuh sangat membutuhkan asupan air minum yang cukup, untuk memenuhi kebutuhan hampir semua fungsi didalam tubuh kita.

Seperti yang dilansir kompas.com, Maya Feller, ahli gizi teregistrasi, RD memaparkan, jika banyak orang yang tanpa disadari mengalami dehidrasi ringan, hampir sepanjang waktu.

“Tapi, ingatlah bahwa tubuh kehilangan air secara teratur, saat kita bernapas, saat berkeringat, saat mencerna makanan, ran itu semua tanpa kita menyadarinya,” kata Feller, seperti dilansir Well + Good.

Ada beberapa dampak pada tubuh ketika kurang minum, antara lain:

1. Sakit kepala
Kepala sering kali menjadi bagian pertama pada tubuh kita, atau setidaknya, yang memberi tanda paling jelas yang menandakan bahwa tubuh kekurangan air.

Ketika kurang minum, kita bisa merasakan sakit kepala dalam bentuk nyeri ringan, hingga parah.

“Pembuluh darah di sekitar otak sangat sensitif, jadi jika kita tidak minum cukup air, pembuluh darah dapat bereaksi terhadap perubahan volume darah, dan itu dapat meningkatkan kemungkinan sakit kepala,” ungkapnya.

2. Sembelit
Tidak adanya cukup air yang mengalir melalui sistem pencernaan dapat bermanifestasi sebagai sembelit.

“Tidak memiliki cukup air di saluran pencernaan dapat membuat feses menjadi lebih kering dan lebih sulit untuk dikeluarkan,” kata Hunnes.

Selain itu, semakin banyak kita mengonsumsi makanan tinggi serat, juga harus memperbanyak minum air. Sebab serat membutuhkan air, agar dapat dicerna dengan baik.

Tanpa air, tidak hanya mengalami sembelit, juga dapat mengalami kembung dan gas di atas sembelit.
Feller juga mencatat bahwa air diperlukan untuk pembentukan air liur, yang pada akhirnya dimanfaatkan untuk fungsi usus secara keseluruhan.

3. Kelelahan
Kelelahan mungkin menjadi gejala yang sering dialami pada 2020 ini. Jadi, mungkin sulit untuk memastikan gejala kelelahan yang dirasakan akibat dehidrasi.

4. Lapar
Menurut Feller dan Hunnes, dehidrasi juga dapat membuat kita merasa lapar, bahkan sebelum kita menyadari bahwa yang kita rasakan sebetulnya adalah haus.

Hal ini disebabkan karena sinyal lapar dan haus berasal dari bagian otak yang sama, yakni hipotalamus, dan kita bisa saja salah mengenalinya.

Jika mengikuti napsu, kita mungkin malah akan ngemil sesuatu yang tidak perlu.

Minum sebelum makan akan membantu mengenali apakah kita memang benar-benar lapar, atau sebetulnya hanya haus saja.

5. Gangguan fungsi otak
Ahli saraf sekaligus penulis “Brain Food: The Surprising Science of Eating for Cognitive Power”, Lisa Mosconi, PhD, mengatakan, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan prioritas nomor satu dalam hal kesehatan otak.

Faktanya, penurunan 2-4 persen massa tubuh karena dehidrasi saja dapat membuat otak kehilangan keseimbangan.

Salah satu penelitian juga menemukan, dehidrasi ringan meningkatkan secara signifikan faktor kesalahan mengemudi ringan selama perjalanan jauh.

6. Perubahan suasana hati
Menurut sebuah penelitian kecil terhadap sejumlah wanita muda, tidak terhidrasi dengan baik juga bisa memengaruhi suasana hati.

Feller mencatat bahwa tubuh membutuhkan air untuk menghasilkan hormon dan neurotransmiter lainnya, jadi masuk akal jika dehidrasi menyebabkan gangguan suasana hati.

7. Overheating (tubuh terlalu panas)
Hidrasi dapat membantu menjaga suhu tubuh yang nyaman.

Itulah sebabnya dehidrasi dapat membuat seseorang merasa overheat, terutama di lingkungan yang panas.

Jika merasakan panas, cobalah minum segelas air terlebih dahulu sebelum mengecek suhu ruangan. Sebab, masalahnya bisa saja karena tubuhmu membutuhkan lebih banyak air untuk mendinginkan suhu. (gk/mjf)

Baca juga :