Patuh Protokol Kesehatan, Polresta Mojokerto Beri Bingkisan Kepada Jukir Hingga Tukang Becak

Umat muslim memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (29/10/2020) atau tepatnya 12 Rabiulawal 1442 H. Beragam cara bentuk peringatan dilakukan atas kelahiran Rasulullah.

Diantaranya yang dilakukan oleh Polresta Mojokerto di saat melakukan sosialisasi dan juga membagikan reward bagi masyarakat yang patuh protokol kesehatan. Lantunan sholawat Nabi berkumandang di sepanjang jalan protokol Kota Mojokerto melalui sound sistem.

Informasi yang dihimpun Reporter Maja FM, Sembari mengayuh sepeda angin, puluhan petugas kepolisian berkeliling di jalan-jalan protokol Kota Mojokerto sembari membagikan bingkisan berupa beras kepada tukang becak, parkir hingga pedagang kaki lima (PKL).

“Ini adalah bentuk rasa syukur kami dalam memperingati Kelahiran Nabi, juga apresiasi kepada masyarakat yang tertib mematuhi protokol kesehatan agar terus termotivasi tertib bersama-sama mencapai perubahan zona orange ke kuning bahkan hijau,”ungkap AKBP Deddy Supriyadi, Kapolresta Mojokerto, Kamis (29/10/2020).

Pemberian 300 kg dan 300 masker kepada mayarakat di Kota Mojokerto, merupakan reward atau motivasi kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita lihat tertib menggunakan masker, maka kita bagikan beras dan masker. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke luar kota selama melaksanakan libur panjang ini,” kata Kapolresta.

Hingga awal pandemi sampai sejarang, pihaknya menilai jika warga Kota Mojokerto sudah disiplin menggunakan masker atau taat kepada protokol kesehatan (Prokes). Dia berharap, masyarakat tetap terus berpartisipasi dengan membiasakan 3M dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19, hingga zona di Kota Mojokerto berubah menjadi zona hijau.

“Ya menggunakan masker, mencuci tangan, kemudian menghindari kerumunan dan menjaga jarak,” tegasnya.

Pihaknya telah menerjunkan sejumlah personil untuk mengawal perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di 15 lokasi di kota Mojokerto.

“Saya juga berharap, untuk warga yang merayakan di 15 lokasi tetap harus patuhi prokes 3M. Ini demi kebaikan bersama, personel diturunkan untuk mengingatkan secara persuasif jika ada yang tak mematuhi prokes. Kita sudah berupaya setiap harinya untuk menekan angka pandemi ini, bagaimana mengubah zonasi dari orange ke kuning hingga hijau nantinya,” pungkasnya. (fad/gk)

Baca juga :