Menaker Buka Indonesia Digital Entrepreneurship (IDE) Summit 2020 di Mojokerto, Ini Tujuannya

Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan RI membuka Indonesia Digital Entrepreneurship (IDE) Summit 2020 di salah satu hotel di Kota Mojokerto. Tujuan digelarnya acara itu bisa menjadi katalisator, untuk semakin tumbuhnya digital enterpreneurship khususnya di Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutanya, Ida Fauziyah mengatakan, Indonesia Digital Entrepreneurship Summit merupakan bukti nyata dukungan Kemnaker kepada kreatifitas dan inovasi kaum muda dalam menyongsong revolusi digital saat ini. Terlebih adanya pandemi Covid-19 telah mempercepat proses transformasi revolusi digital enterpreneurship di Indonesia.

Menurutnya, dari perspektif ketenagakerjaan, revolusi ini sangatlah baik karena dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru, terutama bagi angkatan kerja berpendidikan diploma dan universitas yang jumlahnya masih cukup signifikan.

“Namun pada sisi lainnya, hal ini juga merupakan tantangan bagaimana menyiapkan angkatan kerja kita yang kondisinya saat ini masih banyak yang berpendidikan rendah, agar dapat siap menghadapi revolusi digital ini,” ungkapnya.

Ida menjelaskan, data yang ada menunjukkan sekitar 55 persen lebih penduduk bekerja memiliki pendidikan rendah (SMP ke bawah) dan skill terbatas. Selain itu jumlah pekerja sektor informal juga masih lebih besar dibandingkan pekerja di sektor formal.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah terus mendukung inovasi digital enterpreneurship baik dari sisi regulasi maupun penyiapan SDM yang ada.

“Dari Kemnaker sendiri kami terus berusaha mengembangkan regulasi ketenagakerjaan yang sudah ada, agar dapat mengakomodir perkembangan ekosistem digital startup dan digital enterpreneurship yang mulai tumbuh kembang beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

Dalam hal penyiapan SDM, kata Ida, Kemnaker telah mengembangkan kurikulum pelatihan yang berfokus pada aspek human digital dengan metode pembelajaran yang mengoptimalkan teknologi (blended learning).

“Dengan semua usaha ini diharapkan kita bisa siap mendorong digital entrepreneur sebagai salah satu ujung tombak pemulihan perekonomian di era digitalisasi dan bonus demografi pasca pandemi,” cetusnya.

Melihat besarnya potensi dari revolusi digital di Indonesia, pihaknya berharap acara ini dapat menjadi katalisator untuk semakin tumbuhnya digital enterpreneurship khususnya di Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur.

“Saya berharap ada banyak kaum muda dari Mojokerto yang akan menjadi digital entreprerneur dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Percayalah, tantangan pandemi, digitalisasi dan bonus demografi akan dapat kita lalui dengan baik,” tandasnya. (fad/gk)

Baca juga :